Masa Tinggal Bebas Visa Transit Diperpanjang hingga 240 Jam: 10 Hari Menjelajahi Tiongkok Lebih Le Luasa
Sejak 17 Desember 2024, masa tinggal bebas visa transit Tiongkok diperpanjang secara seragam dari sebelumnya 72 jam dan 144 jam menjadi 240 jam (10 hari), dengan cakupan pelabuhan masuk, provinsi, dan negara yang berlaku turut diperluas, memberikan waktu tinggal yang lebih lapang bagi wisatawan yang transit melalui Tiongkok.
Bagi banyak pelancong internasional yang transit melalui Tiongkok, satu penyesalan yang sudah lama ada adalah "waktu yang terlalu singkat"—bebas visa transit 72 jam atau 144 jam yang semula berlaku sering kali hanya cukup untuk sekilas melintas di kota pelabuhan masuk. Keadaan ini mengalami perubahan besar pada Desember 2024.
Inti kebijakan: diperpanjang secara seragam menjadi 240 jam
Sejak 17 Desember 2024, Tiongkok memperpanjang masa tinggal bebas visa transit secara seragam menjadi240 jam, yaitu 10 hari. Pada saat yang sama, kebijakan ini diperluas secara bersamaan dalam tiga dimensi:
- Pelabuhan yang berlaku: dari 39 menjadi 60, dengan tambahan 21 pelabuhan;
- Provinsi yang berlaku: dari 19 provinsi (daerah otonom, kota madya) menjadi 24;
- Negara yang berlaku: terbuka bagi warga negara dari lebih dari 50 negara.
Cakupan wilayah aktivitas selama tinggal diperluas lebih lanjut
Selain pelonggaran waktu dan pelabuhan, wilayah aktivitas selama tinggalbagi bebas visa transitjuga diperluas secara signifikan:
- Tiga provinsi Anhui, Hainan, dan Guizhou memberlakukanseluruh wilayah provinsisebagai area yang dapat digunakan untuk tinggal dan beraktivitas;
- Shanxi menambahkan dua kota yaitu Taiyuan dan Datong, Jiangxi menambahkan dua kota yaitu Nanchang dan Jingdezhen;
- Wilayah aktivitas tinggal di Fujian, Hubei, dan Shaanxi diperluas hinggaseluruh wilayah provinsi;
- Cakupan wilayah aktivitas tinggal di Guangxi diperluas hingga 12 kota tingkat prefektur.
Penyempurnaan lebih lanjut pada 2025
Memasuki tahun 2025, kebijakan bebas visa transit terus dioptimalkan: Indonesia ditambahkan sebagai negara yang berhak atas bebas visa transit 240 jam, dan 5 pelabuhan baru di Guangdong ditambahkan sebagai pelabuhan yang berlaku untuk kebijakan ini,total pelabuhan yang berlaku untuk kebijakan ini bertambah menjadi 65. Pelabuhan seperti Guangzhou Pazhou, Hengqin, Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau, Zhongshan Port, dan Stasiun West Kowloon juga dimasukkan ke dalam cakupan bebas visa transit 240 jam, sehingga lebih memudahkan pelancong yang masuk dari arah Guangdong-Hong Kong-Makau.
Apa artinya bagi pelancong transit
Masa tinggal 240 jam cukup untuk mengubah sebuah "transit sekadar melintas" menjadi perjalanan singkat yang utuh. Pelancong dapat dengan leluasa mengatur wisata kota, pengalaman budaya, dan liburan santai di kota transit dan sekitarnya, mengubah penantian yang semula membosankan menjadi kejutan tak terduga dalam perjalanan. Bagi pelancong yang berencana transit melalui Tiongkok menuju negara ketiga, "langsung berangkat dan menikmati beberapa hari ekstra" kini menjadi benar-benar dapat dilakukan.
Jendela tinggal selama sepuluh hari membuat Tiongkok bukan lagi sekadar satu persinggahan dalam penerbangan, melainkan dapat menjadi tujuan perjalanan itu sendiri.
Saran rencana perjalanan transit berkelanjutan
Dengan memanfaatkan masa tinggal bebas visa transit, pelancong dapat mengatur sebuah "transit sekadar melintas" menjadi perjalanan singkat yang utuh, dengan leluasa mengatur wisata kota, pengalaman budaya, dan liburan santai di kota transit dan sekitarnya. Sebelum berangkat, disarankan untuk memastikan tiket pesawat yang dimiliki memenuhi persyaratan penerbangan berkelanjutan untuk bebas visa transit, memverifikasi pelabuhan dan cakupan wilayah yang berlaku, serta menyisihkan waktu yang cukup untuk masuk dan transit, agar pengalaman perjalanan tidak terganggu karena koneksi perjalanan yang terlalu ketat.