Jaringan Bebas Visa Terus Meluas: Masa Tinggal Bebas Visa Diperpanjang Jadi 30 Hari
Dari Eropa hingga Amerika Latin dan Timur Tengah, daftar negara bebas visa sepihak Tiongkok terus bertambah; masa tinggal bebas visa diperpanjang dari 15 hari menjadi 30 hari, dan alasan masuk juga ditambah "kunjungan pertukaran", membuat perjalanan ke Tiongkok lebih mudah.
Jika transit bebas visa menjawab kebutuhan "mampir saat transit", maka kebijakan bebas visa sepihak menjawab kemudahan "datang khusus ke Tiongkok". Dalam tiga tahun terakhir, "lingkaran pertemanan" bebas visa ini terus meluas, dan ambang masuknya semakin diturunkan.
Tiga perluasan penting
- Mulai 30 November 2024: uji coba bebas visa untuk Bulgaria, Rumania, Kroasia, Montenegro, Makedonia Utara, Malta, Estonia, Latvia, Jepang, dan negara lainnya;
- Mulai 1 Juni 2025: kebijakan bebas visa pertama kali diperluas ke Amerika Latin, dengan uji coba bebas visa untuk 5 negara yaitu Brasil, Argentina, Chili, Peru, dan Uruguay;
- Mulai 9 Juni 2025: diperluas lebih lanjut ke kawasan Timur Tengah, dengan uji coba bebas visa untuk Arab Saudi, Oman, Kuwait, Bahrain, dan negara lainnya.
Durasi tinggal dan alasan masuk sama-sama dilonggarkan
Seiring perluasan daftar negara, kebijakannya sendiri juga "dilonggarkan":
- Batas waktu tinggal: diperpanjang dari semula 15 hari menjadi30 hari;
- Alasan masuk: selain untuk bisnis, wisata, mengunjungi kerabat, dan transit, ditambahkan "kunjungan pertukaran"。
Artinya, warga negara dari negara bebas visa yang memegang paspor biasa dapat menikmati kemudahan tanpa mengurus visa untuk wisata, bisnis, mengunjungi kerabat, bahkan kunjungan pertukaran jangka pendek ke Tiongkok, dengan masa tinggal hampir satu bulan per sekali masuk.
Bebas visa timbal balik dan sepihak berjalan berdampingan
Selain bebas visa sepihak, Tiongkok juga mencapai pengaturan bebas visa timbal balik penuh dengan banyak negara. Hingga 2025, daftar bebas visa sepihak Tiongkok untuk banyak negara terus bertambah, sementara jumlah negara dengan bebas visa timbal balik penuh juga meningkat; pengaturan timbal balik dengan negara seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia membuat perjalanan antarwilayah semakin mudah.
Saran untuk pelancong
Penerapan kebijakan bebas visadaftar negara, batas waktu tinggal, dan masa berlakudapat berubah secara dinamis, jadi sebelum berangkat pastikan mengacu pada informasi terbaru yang diumumkan, serta konfirmasi masa berlaku paspor, transportasi lanjutan, dan rencana perjalanan. Bagi pelancong yang berencana menjelajahi Tiongkok secara mendalam, masa tinggal 30 hari cukup untuk mendukung perjalanan yang melintasi beberapa kota.
Hal yang perlu diperhatikan saat bepergian bebas visa
Daftar negara yang berlaku untuk kebijakan bebas visa, batas waktu tinggal, dan masa berlaku dapat berubah secara dinamis, jadi sebelum berangkat pastikan mengacu pada informasi terbaru yang diumumkan, serta konfirmasi masa berlaku paspor, transportasi lanjutan, dan rencana perjalanan. Bagi pelancong yang berencana menjelajahi Tiongkok secara mendalam, masa tinggal yang lebih panjang cukup untuk mendukung perjalanan yang melintasi beberapa kota; jika perlu tinggal lebih lama atau melakukan aktivitas tertentu, disarankan untuk mengetahui lebih awal melalui saluran resmi apakah diperlukan visa atau prosedur terkait.